Kesulitan ekonomi dan rayuan teman atau saudara dekat yang terlibat
sindikat internasional membuat ratusan perempuan Indonesia rela menjadi
kurir narkotika di Peru.
Dari pantauan Badan Narkotika Nasional (BNN), kurir-kurir perempuan
tersebut banyak direkrut dari desa-desa maupun di tempat bekerja mereka
di luar negeri.
Demikian disampaikan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Benny Mamoto di kantor BNN, Jakarta, Senin (19/11).
"Jumlahnya sangat banyak, ratusan bahkan mendekati ribuan kurir wanita WNI yang tertangkap di sana (Peru)," ujarnya.
Kasus terbaru, seorang kurir narkotika bernama Wulandari tertangkap
petugas di Manila, Filipina, saat membawa koper berisi kokain yang
dibawanya dari Peru.
Penyelundupan kokain tersebut seperti yang sudah-sudah melibatkan warga negara Nigeria.
"Wulandari pergi ke Peru membawa koper. Sesampainya di sana, koper
tersebut ditukar seorang Niger dengan koper berisi kokain yang disimpan
di dinding. Koper tertutup dan kaki koper," jelas Benny.
Ditanya lebih lanjut mengenai kasus tersebut, pihaknya akan berangkat ke Manila untuk menginterogasi kurir itu di sana.
Informasi sementara menyebutkan, Wulandari adalah eks tenaga kerja
Indonesia yang kini menganggur. Dia diberi upah 550 dolar AS setiap kali
transit di suatu negara.sumber


Posting Komentar