Selamat datang di Athallah Radithya

Perempuan Indonesia Jadi Kurir Narkotika di Peru

Kamis, 29 November 20120 comments

Kesulitan ekonomi dan rayuan teman atau saudara dekat yang terlibat sindikat internasional membuat ratusan perempuan Indonesia rela menjadi kurir narkotika di Peru.

Dari pantauan Badan Narkotika Nasional (BNN), kurir-kurir perempuan tersebut banyak direkrut dari desa-desa maupun di tempat bekerja mereka di luar negeri.

Demikian disampaikan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Benny Mamoto di kantor BNN, Jakarta, Senin (19/11).

"Jumlahnya sangat banyak, ratusan bahkan mendekati ribuan kurir wanita WNI yang tertangkap di sana (Peru)," ujarnya.

Kasus terbaru, seorang kurir narkotika bernama Wulandari tertangkap petugas di Manila, Filipina, saat membawa koper berisi kokain yang dibawanya dari Peru.

Penyelundupan kokain tersebut seperti yang sudah-sudah melibatkan warga negara Nigeria.

"Wulandari pergi ke Peru membawa koper. Sesampainya di sana, koper tersebut ditukar seorang Niger dengan koper berisi kokain yang disimpan di dinding. Koper tertutup dan kaki koper," jelas Benny.

Ditanya lebih lanjut mengenai kasus tersebut, pihaknya akan berangkat ke Manila untuk menginterogasi kurir itu di sana.

Informasi sementara menyebutkan, Wulandari adalah eks tenaga kerja Indonesia yang kini menganggur. Dia diberi upah 550 dolar AS setiap kali transit di suatu negara.sumber
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Senjatama | Richy Sheva
Copyright © 2011. . - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger